Kamis, 09 Oktober 2025

Satu Cinta Seribu Tombak II (21)

 

Air, Api, dan Rumah yang Dijaga

Bab 21



Gulungan Sang Pendiri

Tidak ada yang berbicara.

Lampu minyak di ruang bawah tanah perpustakaan bergetar pelan.

Di tengah meja batu terletak gulungan terakhir dari kotak cedar.

Gulungan yang selama puluhan tahun disembunyikan.

Gulungan yang bahkan tidak dicatat dalam daftar arsip.

Seolah seseorang ingin memastikan dokumen itu tetap ada...

tetapi tidak pernah ditemukan.


Ardashir menatap tulisan di bagian atas.

Tulisan tangan Arshan.

Asli.

Tidak diragukan lagi.


Di bagian pertama tertulis:

Untuk siapa pun yang menemukan ini,

ketahuilah bahwa aku menulis bukan untuk membela diriku,

melainkan untuk membela masa depan Persia.


Keheningan memenuhi ruangan.


Shirin perlahan duduk.

Dastan menatap lampu minyak.

Mithren memejamkan mata.

Masing-masing merasakan hal yang sama.

Mereka sedang mendengar suara seseorang yang telah mati puluhan tahun lalu.


Awal Persaudaraan Matahari

Ardashir melanjutkan membaca.


Ketika kami mendirikan Persaudaraan Matahari,

kami bukan organisasi rahasia.

Kami adalah perkumpulan para insinyur,

astronom,

petani,

dan pencatat.


Shirin mengangkat kepala.


"Itu masuk akal."


Dastan mengangguk.


"Semua bukti yang kita temukan menunjuk ke sana."


Ardashir membaca lagi.


Kami percaya bahwa pengetahuan harus dibagikan.

Kami ingin mencegah kelaparan.

Kami ingin mengurangi penderitaan akibat kekeringan.

Kami ingin membantu kerajaan membuat keputusan yang lebih baik.


Mithren tersenyum pahit.


"Tujuan yang mulia."


"Dan?"

tanya Shirin.


Mithren menatap gulungan itu.


"Tujuan mulia sering menjadi korban pertama ketika kekuasaan datang."


Raja Pertama yang Mengetahui

Bagian berikutnya membuat semua orang membeku.


Raja saat itu mengetahui keberadaan kami.

Bahkan mendukung kami.


Ardashir berhenti.


"Raja?"


Dastan langsung mengambil gulungan.


Membaca sendiri.


Lalu mengangguk pelan.


"Jadi mereka tidak pernah benar-benar rahasia."


"Awalnya tidak."

jawab Mithren.


Mereka mulai memahami sesuatu.


Persaudaraan Matahari bukan organisasi yang tumbuh melawan kerajaan.


Mereka justru lahir untuk membantu kerajaan.


Kesalahan Pertama

Namun semakin jauh mereka membaca...

semakin gelap isi gulungan tersebut.


Kesalahan pertama kami adalah percaya bahwa pengetahuan membuat kami lebih bijaksana daripada orang lain.


Keheningan turun.


Arshan melanjutkan:


Ketika panen berhasil karena perhitungan kami,

kami merasa lebih pintar daripada petani.

Ketika bendungan berhasil karena rancangan kami,

kami merasa lebih penting daripada rakyat.

Ketika raja mendengarkan nasihat kami,

sebagian dari kami mulai merasa lebih penting daripada raja.


Dastan perlahan menutup mata.


Karena kalimat itu terasa terlalu manusiawi.


Terlalu nyata.


Teknologi dan Kesombongan

Malam semakin larut.


Mereka terus membaca.


Arshan menjelaskan berbagai teknologi yang dikembangkan pada zamannya:

  • prediksi musim berbasis astronomi,
  • pengukuran debit air,
  • pengelolaan cadangan pangan,
  • sistem pesan cahaya antar menara,
  • arsip terdistribusi,
  • dan jaringan observatorium.

Semuanya dirancang untuk kesejahteraan rakyat.


Namun perlahan...


beberapa anggota mulai melihat teknologi bukan sebagai alat pelayanan.


Melainkan alat pengendalian.


Kebenaran Tentang Orontes

Bagian berikutnya mengejutkan semua orang.


Sangat mengejutkan.


Karena nama Orontes muncul.


Tetapi bukan sebagai dalang.


Bukan sebagai pendiri.


Bukan sebagai pemimpin.


Melainkan sebagai keturunan.


Shirin terbelalak.


"Keturunan?"


Mithren langsung membaca ulang.


Benar.


Orontes adalah cucu dari salah satu murid utama Arshan.


Artinya...


Orontes bukan pencipta masalah.


Ia hanya mewarisinya.


Seperti Arvash.


Seperti banyak orang lain.


Kejahatan itu ternyata bukan milik satu orang.


Melainkan milik sebuah sistem yang diwariskan dari generasi ke generasi.


Di Persepolis

Pada saat yang sama...

Artazara juga menemukan sesuatu.


Farrokh datang dengan wajah serius.


Sangat serius.


Yang jarang terjadi.


"Kita punya masalah."


"Apa lagi?"


Farrokh meletakkan peta.


"Gudang pangan."


Artazara memandangnya.


"Lalu?"


"Tiga gudang utama."


Ia menunjuk.


"Semuanya terhubung dengan jaringan yang sama."


Artazara membeku.


Karena ia mulai memahami sesuatu.


Jika Persaudaraan Matahari mengendalikan:

  • air,
  • perdagangan,
  • dan pangan,

maka mereka sebenarnya mampu mengguncang kerajaan kapan saja.


Roxana

Di desa.


Roxana masih memegang perjanjian yang dibawa utusan.


Ia membacanya berkali-kali.


Bukan karena tertarik.


Melainkan karena ingin memahami lawannya.


Lalu ia tersenyum kecil.


Sangat kecil.


Ibunya memperhatikan.


"Kau menemukan sesuatu?"


Roxana mengangguk.


"Mereka terlalu percaya diri."


"Apa maksudmu?"


"Mereka mengira semua orang bisa dibeli."


Ibunya tersenyum.


"Itu kelemahan yang mahal."


Pengakuan Terakhir Arshan

Kembali ke perpustakaan.


Mereka sampai pada bagian terakhir gulungan.


Tulisan Arshan mulai tidak rapi.


Seolah ditulis saat ia sudah tua.


Atau sakit.


Atau keduanya.


Ardashir membaca perlahan.


Jika engkau membaca bagian ini,

maka kemungkinan aku telah gagal menghentikan mereka.


Lampu minyak bergetar.


Dengarkan baik-baik.

Persia tidak akan hancur karena musuh dari luar.


Mithren menatap meja.


Persia akan hancur jika orang-orang yang seharusnya melayani,

mulai percaya bahwa mereka berhak mengendalikan.


Tidak ada yang bergerak.


Tidak ada yang berbicara.


Karena kalimat itu terasa lebih berbahaya daripada seluruh daftar konspirasi yang mereka temukan.


Rahasia Terbesar

Namun masih ada satu paragraf terakhir.


Paragraf yang membuat semua orang membeku.


Jika Persaudaraan Matahari berubah menjadi alat kekuasaan,

gunakan Kunci Matahari.

Hanya itu yang dapat menghentikan mereka.


Ardashir membaca lagi.


"Kunci Matahari."


Shirin mengangkat kepala.


"Itu apa?"


Tidak ada yang tahu.


Mithren menggeleng.


Dastan juga.


Bahkan seluruh arsip yang mereka temukan tidak pernah menjelaskan benda itu.


Hanya satu kalimat tambahan:


Kunci itu tidak berada di lembah.

Dan tidak berada di istana.


Keheningan panjang memenuhi ruangan.


Di luar...

angin pegunungan mulai bertiup lebih keras.


Di kejauhan...

api-api sinyal masih menyala.


Elang Timur semakin dekat.


Orontes mulai menggerakkan orang-orangnya.


Roxana menghadapi tekanan di desa.


Dan kini mereka memiliki misteri baru.


Kunci Matahari.


Satu-satunya benda yang menurut Arshan mampu menghentikan Persaudaraan Matahari.


Tetapi tidak ada seorang pun yang tahu di mana letaknya.


Akhir Bab 21

"Kadang-kadang rahasia terbesar bukanlah siapa yang bersalah.

Melainkan apa yang masih tersisa untuk memperbaiki kesalahan itu."

Tidak ada komentar:

Posting Komentar