Air, Api, dan Rumah yang Dijaga
Bab 26

Rahasia di Dalam Kunci
Malam turun di atas Mehrabad.
Namun tidak ada ketenangan.
Di kejauhan, obor-obor Elang Timur terlihat seperti lingkaran api yang perlahan menutup desa.
Mereka tidak menyerang.
Belum.
Dan justru itulah yang membuat keadaan semakin menegangkan.
Di rumah tua milik Bahraman, Ardashir, Dastan, Mithren, dan Shirin berkumpul mengelilingi meja kayu.
Di tengah meja terletak benda yang selama puluhan tahun dicari banyak orang.
Kunci Matahari.
Cakram perunggu itu memantulkan cahaya lampu minyak.
Ukirannya sangat rumit.
Terdiri atas:
- lingkaran luar,
- lingkaran tengah,
- lingkaran dalam,
- dan simbol matahari di pusatnya.
"Ini bukan kunci."
kata Ardashir.
"Setidaknya bukan kunci pintu."
Dastan tersenyum.
"Arshan memang bukan tukang kunci."
"Lalu?"
"Ia seorang insinyur."
Mesin Pengetahuan
Dastan mulai memeriksa cakram itu lebih teliti.
Ia menemukan sesuatu.
Lingkaran terluar ternyata bisa diputar.
Klik.
Suara kecil terdengar.
Kemudian lingkaran kedua juga bergerak.
Klik.
Mithren mendekat.
"Ini mekanisme presisi."
Shirin mengangguk.
"Seperti alat astronomi."
Dastan menggeleng.
"Lebih rumit."
Ia menunjuk simbol-simbol kecil.
Ternyata bukan hiasan.
Melainkan kode.
Simbol:
- gandum,
- air,
- bintang,
- gunung,
- dan burung api.
Lima simbol yang terus muncul sepanjang perjalanan mereka.
Serangan Pertama
Tiba-tiba terdengar suara dari luar.
Seorang pengintai masuk dengan napas terengah.
"Mereka bergerak."
Semua langsung berdiri.
"Berapa banyak?"
"Puluhan."
"Mereka masuk desa?"
"Belum."
"Mereka menguasai bukit-bukit."
Mithren langsung memahami maksudnya.
"Mereka tidak ingin menghancurkan desa."
"Lalu?"
"Mereka ingin memotong semua jalan keluar."
Keheningan turun.
Karena itu berarti musuh masih menginginkan sesuatu.
Dan sesuatu itu kemungkinan besar berada di atas meja.
Roxana Bergerak
Jauh di selatan...
Roxana akhirnya mengambil keputusan.
Ia mengumpulkan seluruh warga.
Bukan di balai desa.
Melainkan di dekat saluran air utama.
Tempat semua kehidupan bermula.
Ia menunjukkan perjanjian Persaudaraan Matahari.
Kemudian membacakan syarat terakhirnya.
Keheningan langsung menyelimuti warga.
Kini semua orang memahami.
Bukan bantuan yang ditawarkan.
Melainkan kendali.
Seorang petani tua berdiri.
"Jika kami menyerahkan air..."
"Besok apa lagi yang harus kami serahkan?"
Tidak ada yang menjawab.
Karena semua tahu jawabannya.
Di Persepolis
Sementara itu...
Artazara mulai bergerak lebih berani.
Farrokh berhasil memperoleh daftar pertemuan rahasia Orontes.
Bukan hanya pejabat.
Bukan hanya pedagang.
Namun juga beberapa komandan militer.
Artazara memandang daftar itu lama.
Kemudian berkata pelan.
"Ini bukan jaringan pengaruh lagi."
Farrokh mengangguk.
"Ini persiapan mengambil alih kerajaan."
Kunci Mulai Terbuka
Kembali di Mehrabad.
Dastan masih memutar lingkaran-lingkaran pada cakram.
Berjam-jam.
Sampai akhirnya ia menemukan pola.
Simbol gandum harus sejajar dengan simbol air.
Air sejajar dengan bintang.
Bintang sejajar dengan gunung.
Dan gunung sejajar dengan matahari.
Klik.
Suara keras terdengar.
Semua membeku.
Bagian tengah cakram perlahan terbuka.
Di dalamnya terdapat lembaran logam tipis.
Sangat tipis.
Hampir seperti daun.
Namun dipenuhi ukiran.
Shirin segera membaca.
Lalu matanya membesar.
"Ini bukan pesan."
"Apa?"
"Ini peta."
Peta yang Mengejutkan
Mereka membentangkan lembaran itu.
Awalnya tidak terlihat jelas.
Namun ketika diletakkan di atas cahaya lampu...
ukiran kecil mulai tampak.
Sebuah jaringan.
Bukan jaringan air.
Bukan jaringan perdagangan.
Melainkan jaringan penyimpanan.
Dastan langsung memahami.
"Arshan..."
Ia hampir tertawa.
"Arshan benar-benar luar biasa."
"Apa maksudmu?"
tanya Ardashir.
Dastan menunjuk titik-titik pada peta.
"Itu bukan tempat."
"Lalu?"
"Itu salinan."
Keheningan memenuhi ruangan.
Warisan yang Tidak Bisa Dihancurkan
Arshan ternyata telah memperkirakan semuanya.
Bahkan pengkhianatan.
Bahkan perebutan kekuasaan.
Bahkan kemungkinan kehancuran Persaudaraan Matahari.
Karena itu ia melakukan sesuatu yang revolusioner.
Ia tidak menyimpan seluruh pengetahuan di satu tempat.
Ia menyebarkannya.
Ke berbagai wilayah Persia.
Ke sekolah.
Ke bendungan.
Ke observatorium.
Ke perpustakaan kecil.
Ke desa-desa.
Puluhan lokasi.
Mungkin ratusan.
Dan lokasi-lokasi itu hanya dapat ditemukan melalui Kunci Matahari.
Shirin terdiam.
"Jadi itu sebabnya mereka sangat menginginkan benda ini."
Dastan mengangguk.
"Karena ini bukan kunci."
"Ini peta menuju seluruh warisan Arshan."
Kebenaran yang Menakutkan
Namun Mithren masih menatap peta.
Lama.
Sangat lama.
Kemudian wajahnya berubah.
"Ada yang salah."
"Apa?"
Ia menunjuk satu titik.
Tepat di tengah jaringan.
Titik terbesar.
Titik yang tidak memiliki nama.
Tidak memiliki simbol.
Hanya lingkaran emas kecil.
"Ini bukan tempat penyimpanan."
kata Mithren.
"Lalu?"
"Ini pusatnya."
Keheningan turun.
Karena mereka semua memahami.
Jika seluruh titik lain adalah cabang...
maka titik ini adalah akar.
Dan kemungkinan besar...
tempat itulah yang selama ini dicari Persaudaraan Matahari.
Tempat yang bahkan tidak tercatat dalam arsip.
Tempat yang mungkin menyimpan rahasia terakhir Arshan.
Akhir Bab 26
"Pengetahuan yang disimpan di satu tempat dapat dicuri.
Pengetahuan yang disebarkan dapat bertahan.
Namun selalu ada satu rahasia terakhir yang menjaga semuanya."
Tidak ada komentar:
Posting Komentar